Teater Pandora UIN Sunan Kalijaga Gelar Seminar Seni Peran di Era Digital

Yogyakarta, 4-5 Mei 2026 - Teater Pandora program studi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga, sukses menggelar Seminar Teatrikal bertajuk “Adaptasi dan Inovasi Seni di Tengah Revolusi Digital”. Kegiatan yang berlangsung di Teatrikal Pusat Pengembang Bahasa ini menghadirkan tiga pembicara utama: Asli Hamdani dan Muhammad Faqih Sampurno pada hari pertama serta Taufik Andi Prastiyo pada hari ke dua.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran dosen, yaitu Kaprodi Sastra Inggris Dr. Ulyati Retno Sari, S.S., M. Hum, Wakil Dekan III Dr. Syamsul Arifin, S.Ag. M.Ag serta pembimbing Teater Pandora Dr. Danial Hidayatullah, S.S., M.Hum. Seminar kali ini ditujukan kepada mahasiswa Sastra Inggris khususnya angkatan 24 yang tergabung dalam Teater Pandora.

Ketua Teater Pandora, Chandrasa Demas Suseno, menjelaskan bahwa seminar ini menjadi wadah berbagi pengetahuan mengenai seni peran di era digital sekaligus bagian dari persiapan menuju pementasan mendatang berjudul “Mimpi Mati dan Tirani”, yang dijadwalkan pada Agustus 2026. Ia berharap bahwa kegiatan ini mampu memperluas sudut pandang mahasiswa terhadap dunia teater, bahwa teater bukan sekedar pertunjukan, melainkan media untuk mengekspresikan isi hati, aspirasi dan harapan.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Dr. Syamsul Arifin, yang menegaskan bahwa Teater Pandora memiliki potensi besar untuk memperkuat eksistensi dan citra Fakultas Adab di lingkungan kampus. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Ulyati Retno Sari, yang menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini dan menegaskan bahwa Teater Pandora merupakan bentuk implementasi project-based learning yang menjadi ciri khas Program Studi Sastra Inggris.

Sesi materi pertama diisi oleh Asli Hamdani yang merupakan praktisi seni pertunjukan lulusan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta yang aktif di dunia teater sejak 2010 sebagai aktor, sutradara, dan penulis naskah dengan berbagai pengalaman produksi serta pengembangan artistik melalui workshop dan eksplorasi kreatif.

Dalam sesi pertama, pembahasan berfokus pada proses adaptasi naskah dalam teater dengan menekankan pentingnya pemahaman secara mendalam tentang unsur-unsur utama cerita seperti tema, konflik, karakter, dan pesan, sebelum naskah diadaptasi dan diolah dengan menyesuaikan konteks, budaya, serta kreativitas baru tanpa menghilangkan makna aslinya.

Materi kedua disampaikan oleh Muhammad Faqih Sampurno yang merupakan VFX Artist freelance berbasis Yogyakarta lulusan Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga yang berpengalaman di bidang visual, film, dan produksi kreatif baik sebagai praktisi profesional maupun penggiat organisasi.

Sesi penyampaian materi kedua berfokus pada tema keaktoran, khususnya teknik akting dan penghayatan emosi dalam teater. Pada sesi ini, pemateri menekankan bahwa keberhasilan akting ditentukan oleh kemampuan aktor dalam membangun hubungan emosional dengan penonton melalui praktik dan pengalaman panggung. Selanjutnya, pemateri mengajak lima peserta untuk maju ke depan dan mempraktekkannya secara langsung melalui pembacaan puisi dengan gaya akting masing-masing. Melalui sesi praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam memahami bagaimana emosi dapat diolah menjadi kekuatan utama dalam sebuah penampilan akting

Pada hari kedua penyampaian materi diisi oleh Taufik Andi Prastiyo yang merupakan seorang Graphic Designer berpengalaman lebih dari 7 tahun yang merupakan lulusan Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan latar belakang karier di bidang desain kreatif, produksi, dan organisasi seni. Dalam sesi tersebut ia memaparkan materi mengenai keartistikan dalam teater di era digital. Ia menjelaskan bahwa elemen artistik merupakan sarana utama untuk menyampaikan rasa, makna, dan emosi melalui visual dan atmosfer panggung, yang kini semakin berkembang dengan dukungan teknologi digital.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, foto bersama, serta penyerahan sertifikat kepada para pemateri. Secara keseluruhan, seminar dua hari ini berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Melalui pelaksanaan seminar kali ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan menumbuhkan semangat para anggota Teater Pandora dalam berkarya di dunia seni peran. (SN/DPF/HFS)