Belajar, Bertumbuh, dan Menginspirasi Bersama English Access Scholarship

Belajar bahasa Inggris tidak hanya membuka peluang untuk berkomunikasi dengan dunia, tetapi juga menjadi jalan untuk mengembangkan diri, membangun kepercayaan diri, serta memperluas wawasan. Selama dua tahun pelaksanaannya, program Access telah memberikan kesempatan kepada 27 mahasiswa Program Studi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus mengembangkan berbagai keterampilan yang bermanfaat bagi pendidikan maupun karier mereka di masa depan.

Program Access merupakan program beasiswa pembelajaran bahasa Inggris yang didukung oleh U.S. Department of State (Departemen Luar Negeri Amerika Serikat) dan dikelola di Indonesia oleh Indonesian International Education Foundation (IIEF). Program ini bertujuan memberikan akses pembelajaran bahasa Inggris yang berkualitas kepada generasi muda, sekaligus memperkenalkan budaya Amerika Serikat serta membekali peserta dengan berbagai keterampilan yang mendukung pengembangan akademik, kepemimpinan, dan kehidupan profesional.

Pada periode 2024-2026, Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) UIN Sunan Kalijaga dipercaya sebagai salah satu site partner penyelenggara program Access di Yogyakarta. Melalui kemitraan ini, UIN Sunan Kalijaga memfasilitasi berbagai kegiatan pembelajaran bahasa Inggris dan pengembangan diri yang dirancang secara komprehensif bagi para peserta selama masa program.

Sejak diluncurkan pada tahun 2004, program Access telah memberikan kesempatan kepada ribuan peserta di berbagai negara untuk memperoleh pendidikan bahasa Inggris yang berkualitas. Pada pelaksanaan di UIN Sunan Kalijaga, program ini mendapat sambutan yang sangat baik. Hampir setengah dari seluruh pendaftar berasal dari Program Studi Sastra Inggris, menunjukkan tingginya minat mahasiswa untuk mengikuti program internasional yang mampu mendukung pengembangan kompetensi mereka.

Pembelajaran Bahasa Inggris yang Interaktif

Salah satu kegiatan utama dalam program Access adalah kelas intensif bahasa Inggris yang dilaksanakan dua kali setiap minggu, yaitu setiap hari Selasa dan Kamis setelah jam sekolah atau perkuliahan. Dalam kelas ini, peserta mempelajari berbagai aspek kemampuan berbahasa Inggris, mulai dari speaking, listening, reading, writing, hingga grammar.

Proses pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi di kelas, tetapi juga dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif, diskusi kelompok, simulasi, dan berbagai aktivitas kolaboratif yang mendorong peserta untuk aktif menggunakan bahasa Inggris dalam situasi nyata. Dengan pendekatan tersebut, proses belajar menjadi lebih menyenangkan sekaligus efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa.

Mengasah Soft Skills melalui Unit Project

Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti Unit Project yang dilaksanakan pada akhir setiap unit pembelajaran. Dalam kegiatan ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk merancang dan menyelesaikan berbagai proyek yang kemudian dipresentasikan di hadapan para pengajar.

Melalui Unit Project, peserta tidak hanya mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga belajar bekerja sama dalam tim, mengembangkan kepemimpinan, berpikir kreatif, menyelesaikan masalah, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk mengintegrasikan kemampuan akademik dengan berbagai soft skills yang dibutuhkan di dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Menumbuhkan Kepedulian melalui Community Service

Salah satu kegiatan dalam program Access adalah Community Service, yaitu kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar secara langsung melalui pengalaman di lapangan. Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya menjadi relawan, tetapi juga belajar mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, merancang solusi, hingga melaksanakan program yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Selama program berlangsung, peserta melaksanakan Community Service di empat lokasi berbeda, yaitu sekolah dasar, panti asuhan, kawasan mata air, dan masjid. Sebelum kegiatan dilaksanakan, setiap kelompok melakukan survei lapangan untuk menganalisis kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi tersebut, mereka menyusun proposal, merancang program, melaksanakan kegiatan, hingga melakukan evaluasi bersama.

Melalui pengalaman tersebut, peserta belajar bahwa kemampuan bahasa Inggris tidak hanya digunakan di ruang kelas, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk berkolaborasi, berkomunikasi, dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Selain meningkatkan kepedulian sosial dan empati, Community Service juga mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta pemecahan masalah.

Mayang Aprilla Putri, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris angkatan 2024, mengungkapkan bahwa Community Service menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti program Access.

"Salah satu perubahan terbesar yang saya rasakan adalah menjadi lebih percaya diri ketika berbicara dengan orang baru. Di Community Service, kita harus banyak berkomunikasi dengan peserta, sehingga mau tidak mau kita harus keluar dari zona nyaman," ungkapnya.

Belajar Budaya melalui English Camp

Pada penghujung program, peserta juga mengikuti English Camp yang diselenggarakan selama tiga hari dua malam. Kegiatan ini menghadirkan suasana belajar yang lebih santai, interaktif, dan menyenangkan melalui berbagai aktivitas kelompok, permainan edukatif, diskusi, serta sesi berbagi pengalaman.

Salah satu materi yang diberikan dalam English Camp adalah pengenalan budaya Amerika Serikat. Melalui sesi ini, peserta memperoleh wawasan baru mengenai keberagaman budaya, gaya hidup, serta pentingnya memahami perbedaan budaya dalam membangun komunikasi di tingkat global.

Portfolio Showcase sebagai Ruang Refleksi

Pada akhir setiap semester, seluruh peserta mengikuti Portfolio Showcase, yaitu kegiatan presentasi yang mempertemukan peserta program Access dari berbagai site di Indonesia. Dalam kegiatan ini, setiap peserta menyusun portofolio berupa poster atau presentasi yang berisi pengalaman serta aktivitas yang paling berkesan selama mengikuti program. Portfolio Showcase menjadi ruang refleksi bagi peserta untuk melihat perkembangan diri sekaligus melatih kemampuan presentasi dan berbagi inspirasi dengan peserta dari daerah lain.

Dampak yang Dirasakan Peserta

Berbagai rangkaian kegiatan yang diikuti selama dua tahun memberikan dampak nyata bagi perkembangan peserta, baik dari segi kemampuan bahasa Inggris maupun pengembangan karakter.

Salah satunya dirasakan oleh Salwa Shofwatun Nakhwah Purwonegoro, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris angkatan 2024. Menurutnya, perubahan terbesar setelah mengikuti program Access adalah meningkatnya rasa percaya diri. Sebelum mengikuti program ini, ia masih sering bergantung pada catatan ketika melakukan presentasi. Namun, setelah mengikuti berbagai kegiatan dan proyek, ia menjadi lebih berani berbicara di depan orang lain tanpa harus selalu membaca teks.

Hal senada juga disampaikan oleh Dian, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris angkatan 2024. "Melalui English Access, saya memperoleh banyak bekal, mulai dari kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, public speaking, hingga cara berpikir dalam menghadapi tantangan baru. Bergabung dengan English Access menjadi salah satu keputusan terbaik yang pernah saya ambil karena mendorong saya keluar dari zona nyaman," ujarnya.

Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa program Access bukan sekadar program pembelajaran bahasa Inggris. Lebih dari itu, program ini menjadi ruang bagi para peserta untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, adaptif, peduli terhadap lingkungan, serta siap menghadapi tantangan di masa depan.

Menutup Perjalanan, Membuka Langkah Baru

Kini, program Access periode 2024-2026 telah mendekati akhir perjalanannya. Meskipun rangkaian kegiatan akan segera berakhir, pengalaman yang diperoleh para peserta akan terus menjadi bekal dalam melanjutkan studi, berkarya di dunia profesional, maupun berkontribusi bagi masyarakat.

Kemampuan bahasa Inggris yang semakin berkembang, dipadukan dengan meningkatnya kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, serta kepedulian sosial, menjadi modal berharga bagi para peserta untuk menghadapi berbagai peluang di masa depan.

Bagi Program Studi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga, keikutsertaan mahasiswa dalam program Access juga menjadi bukti bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Kolaborasi dengan program internasional seperti Program Access membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, membangun jejaring, serta mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia global.

Berakhirnya program Access bukanlah akhir dari proses belajar para peserta, melainkan awal bagi mereka untuk menerapkan berbagai pengalaman dan keterampilan yang telah diperoleh selama dua tahun. program Access bukan sekadar program pembelajaran bahasa Inggris, tetapi juga ruang untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, peduli, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.(SNJ)