Program Studi Sastra Inggris Sosialisasikan Program IUP kepada Mahasiswa dan Orang Tua/Wali

Program Studi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga menggelar Sosialisasi Program IUP (International Undergraduate Program) pada Sabtu, 29 Agustus 2026 secara daring melalui Zoom. Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut diikuti oleh mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi IUP beserta orang tua atau wali.

Sosialisasi ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian penerimaan mahasiswa Program IUP untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai sistem perkuliahan, kurikulum, kegiatan akademik, pembiayaan, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan mahasiswa selama mengikuti program. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi orang tua atau wali untuk memperoleh gambaran mengenai program sekaligus memahami bentuk dukungan yang diperlukan selama mahasiswa menjalani perkuliahan.

Kegiatan diawali oleh Diah Prima Fajarwati, S.S., M.A., selaku Sekretaris Program Studi Sastra Inggris yang bertindak sebagai pembawa acara. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh Ketua Program Studi Sastra Inggris, Dr. Ulyati Retno Sari, S.S., M.Hum., yang menjelaskan sejumlah aspek penting tentang pelaksanaan Program IUP.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pemaparan tersebut adalah penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) 2024. Selain itu, Dr. Ulyati Retno Sari, S.S., M.Hum., juga menjelaskan perbedaan antara program reguler dan IUP, khususnya dalam hal bahasa pengantar perkuliahan dan kegiatan akademik yang menjadi bagian dari program.

Pada Program IUP, bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa pengantar dalam mata kuliah, baik mata kuliah program studi maupun mata kuliah umum. Mahasiswa IUP juga memiliki kewajiban untuk mengikuti student mobility sebagai bagian dari pengalaman akademik internasional. Ketentuan tersebut berbeda dengan program reguler yang tidak mewajibkan mahasiswa mengikuti student mobility ke luar negeri dan tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam seluruh perkuliahan.

Student mobility dalam Program IUP dapat dilaksanakan dalam tiga bentuk, yaitu magang, diseminasi penelitian atau seminar, serta short semester di perguruan tinggi luar negeri yang telah memiliki kerja sama dengan Prodi Sastra Inggris. Mahasiswa akan mendapatkan pendampingan dan arahan mengenai pilihan student mobility sejak semester 3, sedangkan pelaksanaannya dapat dipilih pada semester 5, 6, atau 7 sesuai dengan ketentuan program.

Dalam mendukung pelaksanaan student mobility, Program Studi Sastra Inggris juga terus mengembangkan jejaring kerja sama dengan berbagai universitas di luar negeri. Kerja sama yang telah tersedia antara lain dengan mitra di Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Selain itu, terdapat rencana pengembangan kerja sama dengan universitas di Australia, Jepang, dan China.

Tidak hanya membahas aspek akademik, sosialisasi juga memberikan perhatian pada kesiapan mahasiswa dan keluarga dari sisi pembiayaan. Mahasiswa yang sebelumnya berasal dari program reguler kemudian beralih ke IUP tetap mengikuti ketentuan UKT yang telah ditetapkan berdasarkan hasil yudisium. Besaran UKT tersebut berada pada kisaran yang tidak jauh dari Rp7 juta. Sementara itu, biaya yang berkaitan dengan pelaksanaan student mobility menjadi tanggung jawab mahasiswa secara mandiri sehingga perlu dipersiapkan sejak awal oleh mahasiswa bersama orang tua atau wali.

Untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri mengikuti perkuliahan dalam lingkungan akademik berbahasa Inggris, Program IUP juga menyediakan bridging program. Program ini berupa kelas intensif yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa. Bridging program dilaksanakan pada semester 3 dan menjadi salah satu bagian dari persiapan mahasiswa sebelum mengikuti tahapan akademik selanjutnya.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang melibatkan orang tua atau wali mahasiswa bersama pihak Program Studi Sastra Inggris. Ketua Program Studi Sastra Inggris dan Ketua Tim IUP, Anisah Durrotul Fajri, S.S., M.Hum., memberikan penjelasan atas berbagai pertanyaan yang disampaikan peserta.

Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi orang tua atau wali untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai pelaksanaan IUP, termasuk tuntutan akademik, student mobility, serta pembiayaan program. Melalui diskusi tersebut, orang tua diharapkan dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai rencana akademik mahasiswa sekaligus mempersiapkan dukungan yang diperlukan selama mahasiswa mengikuti Program IUP.

Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup dengan sesi penutup dan dokumentasi. Melalui kegiatan ini, Program Studi Sastra Inggris berharap mahasiswa dan orang tua atau wali dapat memahami karakteristik Program IUP secara lebih komprehensif serta memiliki kesiapan yang lebih baik untuk menjalani proses perkuliahan dan berbagai kegiatan akademik dalam lingkungan internasional. (SNJ)