Magang di Prodi Sastra Inggris: Mahasiswa Kembangkan Keterampilan Profesional melalui Kolaborasi

Belajar di ruang kelas merupakan bagian penting dalam proses perkuliahan. Namun, Program Studi Sastra Inggris meyakini bahwa pengalaman praktik juga memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional. Oleh karena itu, Program Studi Sastra Inggris menyelenggarakan program magang selama empat bulan di lingkungan program studi sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, mengasah keterampilan profesional, serta memperoleh pengalaman kerja nyata di lingkungan akademik.

Dalam program magang ini, terdapat tiga posisi yang ditawarkan, yaitu Admin Media Sosial, Admin Website, dan Admin Administrasi. Admin Media Sosial bertanggung jawab mengelola media sosial program studi, mendesain dan mengedit konten seperti poster, carousel, dan reels, serta mendokumentasikan berbagai kegiatan program studi. Sementara itu, Admin Website bertugas mengelola konten website program studi agar informasi yang disampaikan tetap menarik, informatif, dan diperbarui secara berkala. Adapun Admin Administrasi membantu program studi dalam pengelolaan data serta penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan laporan kegiatan sebagai bagian dari dokumentasi administratif.

Program magang batch ke-4 ini berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2026 dan dilaksanakan dengan menerapkan sistem kerja kolaboratif. Setiap peserta memiliki tanggung jawab sesuai dengan posisi dan divisinya masing-masing. Namun, program studi tidak merancang kegiatan magang ini untuk membebani mahasiswa dengan pekerjaan secara individual. Sebaliknya, program ini diarahkan untuk membangun budaya kerja yang kolaboratif. Dengan demikian, meskipun setiap peserta memiliki tugas sesuai dengan divisinya, mereka tetap saling mendukung dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Vina, peserta magang batch ke-4 yang bertugas sebagai Admin Media Sosial. Ia menjelaskan bahwa ketika berhalangan hadir dalam suatu kegiatan program studi, anggota dari divisi lain akan membantu mengambil foto atau video yang diperlukan sebagai bahan dokumentasi. Dokumentasi tersebut kemudian diolah menjadi konten media sosial dan dapat dimanfaatkan oleh Admin Website sebagai bahan penulisan artikel yang dipublikasikan di website program studi. Hal ini menunjukkan bahwa setiap divisi saling melengkapi dalam menjalankan tugasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, peserta magang tidak hanya belajar menyelesaikan tanggung jawab sesuai dengan bidang masing-masing, tetapi juga mengembangkan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan beradaptasi dalam lingkungan kerja profesional.

Pengalaman serupa disampaikan oleh Halima, peserta magang batch ke-4 yang bertugas sebagai Admin Website. Selama mengikuti program magang, ia memperoleh pengalaman baru dalam menulis artikel. Sebelumnya, ia belum memiliki pengalaman menulis artikel untuk dipublikasikan melalui media resmi. Dalam proses penulisan, ia juga mendapatkan arahan dan pendampingan dari dosen yang memberikan masukan terkait penyusunan tulisan, pemilihan informasi, hingga proses revisi sebelum artikel dipublikasikan. Melalui proses tersebut, ia tidak hanya belajar menulis artikel, tetapi juga memahami bagaimana sebuah tulisan dipersiapkan agar informasi dapat disampaikan secara jelas dan menarik.

Selain itu, Salwa dan Diahturut membagikan pengalaman mereka selama mengikuti program magang di Prodi Sastra Inggris. Berbekal pengalaman dalam pengelolaan administrasi sejak di bangku SMA, keduanya terlibat dalam membantu pengelolaan administrasi program studi. Meskipun tugas yang diberikan bersifat fleksibel karena program magang menerapkan sistem kerja dari mana saja (work from anywhere/WFA), fleksibilitas tersebut tetap disertai dengan target waktu penyelesaian tugas. Salah satunya adalah penyusunan dokumen seperti Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

Pengalaman tersebut mengajarkan pentingnya manajemen waktu di tengah kesibukan masing-masing peserta. Selain itu, komunikasi yang baik dengan pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan dokumen juga menjadi bagian penting dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, setiap pekerjaan yang diberikan oleh program studi dapat diselesaikan secara efektif dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Program magang ini menunjukkan bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Melalui pengalaman praktik, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengasah keterampilan, mengembangkan kemampuan profesional, serta belajar berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai tanggung jawab. Program Studi Sastra Inggris terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada pengembangan kompetensi yang dibutuhkan di dunia profesional. Melalui program magang ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja sekaligus mendukung pencapaian profil lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi di berbagai bidang.(NH/ND)