Prodi Sastra Inggris UIN Yogyakarta dan Magister Tadris Bahasa Inggris UIN Bandung Perkuat Kolaborasi Akademik

Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FADIB), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta merealisasikan kerja sama akademik dengan Program Magister Tadris Bahasa Inggris, UIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui kegiatan kuliah dosen tamu dan diskusi bersama bertema “Literature and Linguistics in the Contemporary Era.”

Kegiatan yang berlangsung pada 15 September 2026 di Ruang Teatrikal P2B UIN Sunan Kalijaga tersebut menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan kajian linguistik dan sastra sekaligus memperoleh perspektif dari para akademisi lintas perguruan tinggi.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Program Studi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga, Dr. Ulyati Retno Sari, S.S., M.Hum. Dalam sambutannya, kegiatan akademik semacam ini menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring dan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi, sekaligus memberikan pengalaman akademik yang lebih beragam bagi mahasiswa.

“Kolaborasi akademik tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama kelembagaan, tetapi juga melalui kegiatan yang secara langsung memberikan pengalaman dan wawasan baru kepada mahasiswa,” demikian salah satu pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.

Mempertemukan Linguistik dan Sastra dengan Praktik Kontemporer

Diskusi menghadirkan empat narasumber dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yaitu Dr. Dedi Sulaeman, M.Hum., Anugrah Imani, M.Pd., Ph.D., Muhammad Aminuddin, M.Pd., Ph.D., dan Dr. Dyah Rahmi Astuti, M.Si., CPR.

Para narasumber membahas berbagai isu dan penerapan ilmu linguistik dan sastra dalam konteks kontemporer. Salah satu topik yang mendapat perhatian adalah linguistik forensik, yang menunjukkan bagaimana ilmu bahasa dapat diterapkan untuk memahami berbagai persoalan di luar ruang kelas dan ranah akademik konvensional.

Pembahasan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa linguistik tidak hanya berkaitan dengan teori bahasa, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan berbagai bidang profesional dan persoalan nyata di masyarakat.

Selain membahas aspek keilmuan, Dr. Dedi Sulaeman, M.Hum. juga membagikan pengalaman mengenai penerapan metode pembelajaran bahasa berbasis praktik. Salah satu pengalaman yang disampaikan adalah kegiatan pembelajaran melalui kunjungan ke studio, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat dan mengalami secara langsung bagaimana pengetahuan yang diperoleh di kelas dapat diterapkan dalam lingkungan praktik.

Pendekatan tersebut memperlihatkan pentingnya pembelajaran yang menghubungkan teori dengan pengalaman nyata. Bagi mahasiswa Sastra Inggris, pengalaman semacam ini juga dapat membuka wawasan mengenai beragam kemungkinan pengembangan kompetensi bahasa, sastra, dan komunikasi di dunia profesional.

Mendorong Mahasiswa untuk Terus Berkembang

Tidak hanya berfokus pada materi akademik, sesi akhir kegiatan juga menjadi ruang refleksi dan motivasi bagi mahasiswa. Para narasumber mengajak mahasiswa untuk melihat kembali perjalanan yang telah mereka lalui, termasuk berbagai proses, tantangan, dan perjuangan yang membawa mereka sampai pada tahap pendidikan yang sedang dijalani saat ini.

Mahasiswa juga didorong untuk terus berusaha mewujudkan cita-cita, mengenali potensi diri, serta tidak berhenti mengembangkan kompetensi. Pesan tersebut menjadi relevan di tengah perubahan dunia pendidikan dan dunia kerja yang semakin dinamis.

Dengan demikian, kegiatan “Literature and Linguistics in the Contemporary Era” tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang pertukaran gagasan, pengalaman akademik, dan motivasi antara dosen dan mahasiswa dari dua perguruan tinggi.

Penguatan Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi

Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Bambang Hariyanto, Ph.D. dan Dr. Arif Budiman, dosen Program Studi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga, tersebut diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa Program Studi Sastra Inggris.

Antusiasme mahasiswa dalam mengikuti diskusi menunjukkan pentingnya forum akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan akademisi dari institusi lain. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh perspektif baru mengenai bidang linguistik dan sastra, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai perkembangan keilmuan dan penerapannya dalam berbagai konteks.

Realisasi kerja sama antara Program Studi Sastra Inggris FADIB UIN Sunan Kalijaga dan Program Magister Tadris Bahasa Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui kuliah dosen tamu dan diskusi bersama ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan jejaring akademik serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.

Bagi Program Studi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga, kolaborasi semacam ini menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih terbuka, kontekstual, dan terhubung dengan perkembangan keilmuan di tingkat nasional.(AR/URS/HFS)