Mahasiswa Sastra Inggris Raih Juara 2 Lomba Debat Bahasa Inggris di PORSI JAWARA II

Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, kembali meraih prestasi dalam ajang PORSI JAWARA II. Ahmad Jundi Ulya, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, berhasil meraih juara 2 Lomba Debat Bahasa Inggris Tim dalam kompetisi yang diselenggarakan di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada 9-13 September 2026. Kompetisi yang diikuti oleh peserta dari lingkungan NU se-Jawa dan Madura tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah minat dan bakat, khususnya dalam bidang debat bahasa Inggris.

Ulya memiliki minat pada bidang debat bahasa Inggris sejak SMA. Ketertarikannya tersebut terus dikembangkan melalui berbagai pengalaman dan kompetisi debat yang diikutinya. Dalam kompetisi PORSI JAWARA II, para peserta memperdebatkan sejumlah mosi, di antaranya “This house will give only the administration's sanction rather than imprisonment in ensuring quality of the free nutritious meal program (atau yang biasa disebut MBG)” dan “This house as Syria Transitional government, will pursue a long-term safety agreement with Israel.”

Menurut Ulya, kompetisi tersebut cukup menantang. Terlebih, mosi yang diperdebatkan cukup kompleks sehingga memerlukan pengetahuan dan wawasan yang mendalam, khususnya pada mosi “This house as Syria Transitional government, will pursue a long-term safety agreement with Israel.” Selain itu, Ulya menjelaskan bahwa keberhasilannya kali ini tidak terlepas dari kerja sama tim, bimbingan dari organisasi mahasiswa, serta semangat untuk terus belajar meskipun telah mengalami kegagalan berulang kali.

“Jangan pernah puas dengan pencapaian apa pun yang kita dapati, karena saya sangat yakin bahwa kita pasti mampu menjadi lebih ‘besar’ setiap harinya. Jika kita berpikir bahwa langit memiliki batas, maka kita tidak akan pernah tahu betapa luasnya semesta. Yang ke-2, yakin saja pada jalan apa pun yang kita ambil. Saya sangat menyarankan untuk terus berproses dalam diam, bergerak secara privat, sehingga meminimalkan gangguan dalam sekecil apa pun prosesnya. Saya percaya bahwa hasil akan berbicara tentang value diri kita,” imbuh Ulya. (AR)