Prodi Sastra Inggris Gelar Seri Pelatihan Academic Writing bagi Mahasiswa
Rangkaian kegiatan Pelatihan Academic Writing bagi mahasiswa Prodi Sastra Inggris.
Prodi Sastra Inggris menyelenggarakan sesi pertama dari Seri Pelatihan Academic Writing pada Sabtu, 15 November 2025. Inisiatif ini dirancang untuk menjembatani pembelajaran di kelas dengan tuntutan komunikasi ilmiah, dan diikuti dengan antusias oleh mahasiswa dari berbagai angkatan. Format pelatihan yang interaktif, menggabungkan teori, penerapan langsung, dan umpan balik, menciptakan lingkungan belajar dinamis yang berfokus pada mengubah ide kompleks menjadi tulisan akademik yang terstruktur dan jelas.
Diisi oleh Fahrurrazi, M.A., seorang akademisi-praktisi dengan latar belakang beragam dari lembaga seperti CRCS UGM, ARI NUS Singapore, dan CILACS UII, pelatihan ini membekali mahasiswa dengan prinsip-prinsip inti penulisan akademik formal. Fahrurrazi membuka sesi dengan berbagi pengalaman dari perjalanannya sendiri, termasuk penelitian tesis dan pengalaman akademik internasional, sehingga memberikan contoh nyata perkembangan dari mahasiswa menjadi peneliti yang karya tulisnya diterbitkan. Dia menekankan bahwa menulis akademik bukan sekadar kumpulan aturan, tetapi sebuah cara berpikir yang esensial untuk mengomunikasikan argumen yang logis dalam komunitas ilmiah.
Sesi ini secara aktif melibatkan mahasiswa dengan kuis langsung yang mendekonstruksi paragraf akademik, menegaskan bahwa kekuatan tulisan terletak pada koherensi logis, bukan panjang yang kaku. Keterampilan praktis kemudian diasah melalui latihan merumuskan pernyataan tesis yang tepat dan membangun paragraf yang kuat menggunakan metode PEEL (Point, Evidence, Explanation, Link).
Bagian yang patut dicatat melibatkan diskusi reflektif di mana mahasiswa mengidentifikasi hambatan umum dalam penulisan esai, mulai dari menyusun argumen hingga menemukan suara kritis yang unik. Narasumber menantang peserta untuk berkembang dari menjadi konsumen teks menjadi produsen pengetahuan, membingkai analisis sastra dan linguistik sebagai tindakan argumentasi kritis, bukan sekadar ringkasan pasif. Pergeseran filosofis ini diwujudkan secara nyata ketika beberapa mahasiswa terpilih mempresentasikan pernyataan tesis yang mereka rancang, menerima kritik konstruktif dalam forum sesama yang suportif.
Menambahkan lapisan wawasan strategis, narasumber membahas pentingnya "menulis dengan tujuan," menghubungkan tugas-tugas kelas dengan jalur akademik dan profesional yang lebih luas. Ia menguraikan bagaimana makalah seminar yang dirancang dengan baik dapat berkembang menjadi presentasi konferensi atau artikel jurnal, mendorong mahasiswa untuk melihat tugas kuliah mereka sebagai lahan potensial untuk proyek penelitian masa depan. Perspektif ini bertujuan untuk menanamkan rasa kepemilikan dan visi jangka panjang dalam karya akademik mereka.
Sebagai langkah konkret menuju visi tersebut, mahasiswa diberikan tugas untuk menganalisis struktur sebuah esai yang telah diterbitkan dan menyusun draf esai lengkap mereka sendiri untuk sesi berikutnya. Fahrurrazi mengklarifikasi jalur publikasi yang tersedia, mencatat bahwa meskipun esai semacam ini adalah latihan yang sangat baik untuk platform departemen atau jurnal mahasiswa, mempersiapkan karya untuk publikasi terindeks seperti SINTA atau Scopus memerlukan lapisan ketelitian, kontribusi khusus, dan tinjauan sejawat formal tambahan.
Pelatihan ditutup dengan sesi tanya jawab yang menarik di mana mahasiswa menanyakan tentang menjaga motivasi selama proyek penulisan panjang dan menyeimbangkan ekspresi kreatif dengan konvensi akademik. Narasumber menyarankan untuk membangun kebiasaan menulis yang konsisten dan memanfaatkan kelompok menulis sesama, meyakinkan mereka bahwa suara akademik yang unik justru muncul melalui keterlibatan dengan struktur formal, bukan dengan menghindarinya.
Pelatihan ini berlanjut pada 22 November 2025, dengan sesi lanjutan yang diisi oleh Kristianto, S.S., M.Hum., yang berfokus pada fase hulu penelitian: menyusun proposal yang menarik dan struktur artikel jurnal ilmiah. Seri dua bagian ini memberikan lintasan lengkap, dari merumuskan ide dan membangun argumen hingga mempersiapkannya untuk diseminasi akademik, membekali mahasiswa dengan perangkat komprehensif untuk studi mereka saat ini dan upaya ilmiah di masa depan.