Penguatan Budaya Riset: Prodi Sastra Inggris Adakan Workshop Publikasi Ilmiah
Workshop Publikasi dan Diseminasi Ilmiah bersama narasumber, Kristianto, M.Hum.
Prodi Sastra Inggris menyelenggarakan Workshop Publikasi dan Diseminasi Ilmiah pada Sabtu, 29 November 2025, bertempat di Ruang Munaqosyah Lantai 2, Fakultas Adab dan ILmu Budaya. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.24 WIB ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman dan keterampilan dalam menulis serta mempublikasikan artikel ilmiah.
Dalam sesi pemaparan materi, pemateri, Kristianto, M.Hum,mengajak peserta untuk terlibat aktif dengan mempresentasikan progres artikel ilmiah yang telah mereka tulis sebelumnya, yang merupakan tugas (homework) dari pertemuan pada pelatihan penulisanartikel ilmiah pada 15 dan 22 November 2025. Sebanyak enam peserta maju sebagai perwakilan dan memaparkan hasil penelitian mereka yang berasal dari bidang sastra dan linguistik. Presentasi ini menjadi wadah diskusi terbuka antara pemateri dan peserta terkait pengembangan ide, ketajaman analisis, serta kesiapan artikel untuk dipublikasikan.
Salah satu penelitian yang menarik perhatian membahas perbandingan antara film dan webtoon menggunakan teori komedi, dengan fokus pada representasi trauma dalam narasi. Penelitian tersebut menyoroti bagaimana unsur ketidaksesuaian (incongruity) dalam komedi dapat memengaruhi perubahan alur dan penyampaian makna dalam dua medium yang berbeda.
Selain sesi presentasi, pemateri juga memberikan review dan evaluasi terhadap beberapa artikel peserta, di antaranya karya Alifia, Rafli, dan Zafa. Dalam evaluasinya, Kristianto, M.Hum. menekankan pentingnya mengaitkan penelitian dengan fenomena nyata, serta menemukan keunikan dan kebaruan agar penelitian memiliki nilai tambah dibandingkan penelitian sebelumnya.
Pemateri juga menyampaikan sejumlah poin teknis penting terkait penulisan dan publikasi artikel ilmiah. Di antaranya adalah pemilihan sumber rujukan yang relevan, penggunaan teori secara selektif namun mendalam, serta kesadaran bahwa artikel ilmiah memiliki ruang yang terbatas. Oleh karena itu, bagian pendahuluan (introduction) harus disusun secara efektif dengan memuat fenomena, penelitian terdahulu, dan fokus penelitian.
Dalam sesi tanya jawab, peserta mengajukan berbagai pertanyaan seputar pencarian referensi, relevansi sumber, serta batasan dalam mengutip karya ilmiah. Menanggapi hal tersebut, pemateri menjelaskan bahwa sumber referensi tidak harus terindeks tertentu selama dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Peserta juga didorong untuk mengikuti perkembangan penelitian terbaru dan paling banyak disitasi sebagai bentuk kontribusi terhadap kajian yang sudah ada.
Workshop ini ditutup dengan pemaparan singkat mengenai struktur artikel ilmiah, khususnya untuk kajian sastra. Pemateri menegaskan bahwa nilai utama sebuah artikel terletak pada kualitas analisis, bukan semata pada banyaknya teori yang digunakan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Prodi Sastra Inggris diharapkan semakin termotivasi untuk menulis, meneliti, dan mempublikasikan karya ilmiah secara percaya diri.