Mahasiswa Sastra Inggris Berkontribusi dalam Komunikasi dan Promosi Pariwisata Budaya melalui Program Magang di Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris mengikuti kegiatan magang di Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta serta berkontribusi dalam k
Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Nurul Fajriani Ulfah dan Ika Dhewi Utami, melaksanakan program magang di Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta pada periode November 2025 hingga Februari 2026. Program magang ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran kontekstual yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam industri pariwisata dan komunikasi budaya.
Melalui program magang tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menghubungkan teori bahasa, sastra, dan komunikasi lintas budaya yang dipelajari selama perkuliahan dengan praktik nyata di bidang pariwisata. Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa pariwisata tidak hanya berkaitan dengan mobilitas wisatawan, tetapi juga berkaitan dengan proses penyampaian narasi budaya kepada masyarakat lokal maupun internasional.
Dalam pelaksanaan program magang, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan promosi pariwisata berbasis budaya di Kota Yogyakarta. Mahasiswa mempelajari bagaimana setiap kawasan wisata, mulai dari area bersejarah Keraton Yogyakarta hingga kampung wisata berbasis komunitas, memerlukan strategi komunikasi dan representasi budaya yang tepat untuk memperkenalkan nilai-nilai lokal kepada wisatawan.
Kemampuan close reading dan analisis naratif yang diperoleh selama perkuliahan Sastra Inggris diterapkan dalam proses identifikasi potensi wisata dan penyusunan informasi pariwisata. Mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kepekaan linguistik dalam menerjemahkan dan menyampaikan informasi budaya agar esensi budaya lokal tetap terjaga ketika diperkenalkan kepada wisatawan mancanegara.
Selain itu, program magang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkolaborasi dengan berbagai stakeholder pariwisata lokal yang berperan aktif dalam pengembangan dan promosi pariwisata Kota Yogyakarta. Beberapa pihak yang terlibat antara lain Paguyuban Dimas Diajeng Jogja sebagai duta pariwisata Kota Yogyakarta, Mas Mbak Kampung Wisata, Satuan Karya (Saka) Pariwisata, serta Himpunan Pramuwisata Indonesia.
Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menyesuaikan strategi komunikasi dengan berbagai kelompok dan audiens. Kegiatan brainstorming promosi bersama Dimas Diajeng Jogja dan Saka Pariwisata memberikan pengalaman mengenai komunikasi kreatif dan promosi wisata berbasis generasi muda. Sementara itu, interaksi dengan Mas Mbak Kampung Wisata membantu mahasiswa memahami pendekatan komunikasi berbasis masyarakat lokal. Mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk mengamati teknik komunikasi lintas budaya yang diterapkan oleh para pemandu wisata profesional dari Himpunan Pramuwisata Indonesia.
Program magang di Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta tidak hanya berfokus pada aktivitas administratif, tetapi juga melibatkan mahasiswa secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan pariwisata di lapangan. Salah satu kegiatan yang diikuti adalah acara Launching Branding Kampung Wisata Sosromenduran yang diselenggarakan di kawasan Malioboro.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan Kampung Wisata Sosromenduran sebagai salah satu kawasan strategis di pintu gerbang Malioboro yang memiliki identitas budaya dan potensi wisata khas. Acara ini turut dihadiri dan diresmikan oleh Hasto Wardoyo selaku Wali Kota Yogyakarta.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan acara pariwisata, strategi branding destinasi, serta komunikasi antarbudaya dalam promosi wisata. Mahasiswa juga mengamati bagaimana kawasan wisata tradisional mempertahankan nilai-nilai budaya lokal sekaligus membangun citra yang dapat diterima oleh wisatawan domestik maupun internasional.
Pelaksanaan program magang ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang komunikasi lintas budaya, analisis naratif, promosi wisata, dan praktik profesional di lapangan. Program ini juga memperluas pemahaman mahasiswa mengenai prospek karier lulusan Sastra Inggris dalam sektor pariwisata dan industri kreatif.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi komunikator budaya yang adaptif, profesional, dan mampu menjembatani warisan budaya lokal dengan masyarakat global. Program magang ini sekaligus mencerminkan komitmen Program Studi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam mendukung pembelajaran berbasis pengalaman dan pengembangan kompetensi mahasiswa sesuai dengan kebutuhan dunia profesional saat ini. (MIM/HFS)