Mahasiswa Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Simulasikan Agen Perjalanan dalam Mata Kuliah English for Tourism

Mahasiswa program studi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Angkatan 2023 menggelar simulasi agen perjalanan wisata sebagai bagian dari tugas mata kuliah pilihan English for Tourism. Kegiatan ini dilaksanakan oleh beberapa kelompok secara bertahap mulai dari 18 April hingga 16 Mei 2026, dengan destinasi wisata yang beragam mulai dari Studio Gamplong, Bukit Pengilon, Maritim Baros, Kota Solo, Kebun Buah Mangunan, hingga Museum Dirgantara.

Kegiatan ini merupakan perwujudan metode Project Based Learning (PjBL) dalam mata kuliah English For Tourism. Layaknya sebuah perusahaan tour and travel sungguhan, setiap kelompok mahasiswa membentuk struktur organisasi mulai dari ketua hingga divisi-divisi pendukung. Setelah itu, mereka merancang satu paket wisata, menyebarkan pamflet dan membuat konten promosi di media sosial untuk menarik perhatian para wisatawan

Salah satu mahasiswa pelaksana, Habib menjelaskan bahwa proses persiapan kelompoknya -Traverse de Azure- berjalan lancar meski sempat diwarnai sedikit kekhawatiran. Kelompok ini menjalankan simulasi agen tour dengan destinasi wisata camping sehari semalam di Bukit Pengilon. Lebih lanjut Habib menjelaskan proses persiapan tour dari awal sampai akhir meliputi penentuan struktur perusahaan, lalu penentuan lokasi tur, penyebaran pamflet dan video lewat media sosial, rapat internal, technical meeting, hingga pelaksanaan pada hari-H kegiatan.

Dosen pengampu mata kuliah, Febriyanti Dwiratna Lestari, S.S., M.A., menegaskan bahwa metode PjBL dipilih karena terbukti efektif dalam mengembangkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan di era modern. Lebih lanjut beliau menyebutkan bahwa metode pembelajaran ini memiliki berbagai keunggulan dalam mengembangkan twenty-first century skills, seperti kemampuan problem solving, kerja sama tim, komunikasi, serta pengambilan keputusan.

Melalui simulasi ini, mahasiswa tidak sekadar belajar di kelas. Mereka mempraktikan langsung bagaimana proses pengelolaan perjalanan wisata, mulai dari perencanaan paket, penyusunan brosur promosi, survei lokasi, hingga memandu wisatawan selama tur berlangsung. Mahasiswa juga dilatih untuk menghadapi berbagai kendala yang mungkin muncul di lapangan.

Kemudian kelompok yang menggelar wisata camping di Bukit Pengilon selama dua hari dari tanggal 25 hingga 26 April 2026 tersebut, tidak hanya merencanakan perjalanan biasa, kelompok ini juga harus menyiapkan fasilitas tenda dan perlengkapan camping secara mandiri. Di lapangan, tantangan justru datang dari hal-hal tak terduga seperti mendampingi peserta saat tracking menanjak bukit, mengangkut cooler box yang cukup berat, hingga mendirikan tenda dan mengatur penempatan seluruh peserta.

Tak kalah menarik pula, kelompok lain yang mengadakan wisata naik kano di Maritim Baros pada 3 Mei 2026 memberikan pengalaman tur yang berbeda dan menantang bagi para wisatawannya. Para peserta disuguhi pengalaman menaiki kano yang sangat menyenangkan serta rangkaian acara yang sangat menarik. Seperti kelompok sebelumnya, para mahasiswa pelaksana agen wisata destinasi Maritim Baros juga melakukan hal serupa, mulai dari menyebarkan pamflet, mengkoordinasi peserta, memandu menuju lokasi wisata, hingga mengabadikan momen selama kegiatan berlangsung. Para mahasiswa pelaksana yang berperan sebagai agen travel pun menyambut para wisatawan dengan sangat terbuka dan ramah.

Ergina Aurani, salah satu peserta tur camping, menyatakan bahwa ia sangat menikmati kegiatan tersebut. Ia menilai pelayanan kelompok pelaksana sudah cukup baik secara keseluruhan.

Sementara itu, para mahasiswa pelaksana mendapatkan banyak pelajaran berharga dari simulasi ini. Habib, salah satu mahasiswa pelaksana, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman dalam mengatur orang-orang yang belum dikenal dengan baik, belajar bertanggung jawab terhadap keselamatan peserta, serta melatih kerja sama, kepemimpinan, dan berbagai sikap positif lainnya.

Rangkaian kegiatan simulasi tur ini masih akan terus berlanjut hingga kelompok terakhir yang akan melakukannya di Museum Dirgantara pada tanggal 16 Mei 2026. Melalui simulasi ini, mahasiswa Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa Inggris dalam konteks pariwisata, tetapi juga membekali diri dengan pengalaman nyata yang kelak siap mereka bawa ke dunia kerja (SNJ/DNI)