Kolaborasi Akademik dan Industri: Magang Mahasiswa Sastra Inggris di PT Taman Wisata Candi Prambanan dan Ratu Boko
Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris bersama pembimbing dan staf PT Taman Wisata Candi Prambanan dan Ratu Boko selama pelaksan
Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ranieta Putri Hendrayani, melaksanakan program magang di PT Taman Wisata Candi (TWC) Unit Prambanan dan Ratu Boko selama kurang lebih dua bulan, mulai 4 November 2025 hingga 2 Januari 2026. Program magang ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran kontekstual yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi kebahasaan, komunikasi lintas budaya, serta profesionalisme mahasiswa di sektor pariwisata internasional.
PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pengelolaan kawasan wisata cagar budaya bersejarah. Unit Prambanan sendiri merupakan salah satu destinasi wisata internasional yang menerima ribuan wisatawan domestik dan mancanegara setiap harinya. Sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO, kawasan Candi Prambanan memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pariwisata Indonesia di tingkat global.
Dalam pelaksanaan program magang, mahasiswa berada di bawah bimbingan Bapak Wagimin selaku Human Resources and General Affair Department Head dengan total jam kerja mencapai 327 jam 3 menit. Selama program berlangsung, mahasiswa menjalankan dua peran utama, yaitu sebagai petugas customer service dan information center pada minggu pertama hingga ketiga serta minggu kedelapan hingga kesembilan, kemudian melanjutkan tugas pada divisi kesekretariatan pada minggu keempat hingga ketujuh.
Pada bagian customer service dan information center, mahasiswa terlibat langsung dalam pelayanan wisatawan di kawasan wisata Candi Prambanan. Tugas yang dijalankan meliputi menyambut wisatawan mancanegara, memberikan informasi terkait fasilitas dan jam operasional kawasan candi, membantu proses pemindaian tiket masuk, memandu pengisian formulir free welcome drink, menjalankan peran sebagai doorman pada loket wisatawan asing, serta melayani pengumuman kehilangan dan panggilan di pusat informasi.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung dalam menghadapi wisatawan dari berbagai negara dengan latar belakang budaya, bahasa, dan aksen yang beragam, seperti wisatawan dari India, China, Perancis, dan beberapa negara lainnya. Kondisi ini mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya (cross-cultural communication) dan sensitivitas budaya dalam pelayanan wisata internasional.
Selain itu, mahasiswa juga menghadapi tantangan ketika melayani wisatawan yang tidak dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Dalam situasi tersebut, mahasiswa memanfaatkan alat penerjemah digital serta komunikasi nonverbal untuk memastikan informasi tetap dapat disampaikan secara tepat dan ramah. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa komunikasi efektif tidak hanya bergantung pada kemampuan bahasa, tetapi juga pada empati dan kemampuan memahami perbedaan budaya.
Tidak hanya berfokus pada pelayanan wisatawan, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam bidang promosi wisata melalui kegiatan pemasaran paket bundling tiket Prambanan–Ratu Boko dan Prambanan–Borobudur kepada pengunjung. Aktivitas ini turut melatih kemampuan komunikasi persuasif dan strategi pelayanan wisata dalam konteks profesional.
Pada fase berikutnya, mahasiswa ditempatkan di divisi kesekretariatan dan melaksanakan berbagai tugas administratif perusahaan. Kegiatan yang dilakukan meliputi penulisan dan penomoran surat resmi sesuai format perusahaan, pengelolaan alur ekspedisi surat masuk dan keluar, pengarsipan dokumen perusahaan berdasarkan jenis surat seperti Nota Takah, SKB, Surat Gabungan, dan SK GM, serta melakukan digitalisasi arsip surat perusahaan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai prosedur administrasi formal dan sistem komunikasi internal maupun eksternal pada perusahaan pariwisata berskala BUMN. Ketelitian, kedisiplinan, serta kemampuan manajemen waktu menjadi kompetensi utama yang terus dikembangkan selama menjalani tugas administratif.
Selain menjalankan rutinitas kerja harian, mahasiswa juga berkesempatan mengikuti kegiatan trial run pembukaan jalur tracking baru di area Candi Prambanan pada 30 November 2025. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut berpartisipasi dalam uji coba jalur sepanjang 3,5 kilometer sekaligus memberikan masukan terhadap pengembangan fasilitas wisata baru di kawasan candi. Kegiatan ini mencerminkan komitmen PT TWC dalam menghadirkan inovasi dan pengalaman wisata yang lebih beragam bagi masyarakat.
Selama pelaksanaan program magang, mahasiswa menunjukkan capaian kerja yang baik dalam bidang pelayanan wisatawan maupun administrasi perusahaan. Dalam pelayanan pengunjung, mahasiswa mampu memberikan informasi terkait arah, fasilitas, jam operasional, dan kebutuhan wisatawan secara cepat dan akurat. Selain itu, penggunaan sapaan khas berbahasa Jawa seperti “Prambanan sugeng enjing/siang/sonten” secara konsisten turut memberikan pengalaman pelayanan yang ramah dan berkesan bagi wisatawan.
Sementara itu, pada bidang kesekretariatan, mahasiswa berhasil mempertahankan tingkat akurasi penomoran dan ekspedisi surat hingga 99 persen dengan revisi minimal dari pihak manajer. Atas capaian tersebut, mahasiswa memperoleh nilai rata-rata 92,6 dengan predikat A berdasarkan evaluasi yang mencakup aspek inisiatif kerja, komunikasi kerja, adaptasi kerja, kedisiplinan, dan pencapaian kinerja.
Selain itu, pembimbing lapangan, Bapak Wagimin, memberikan penilaian Excellent pada seluruh aspek evaluasi dengan catatan bahwa mahasiswa telah menguasai bidang kerja yang ditempati, khususnya pada bagian sekretariat. PT TWC Unit Prambanan dan Ratu Boko juga menerbitkan sertifikat magang resmi yang ditandatangani oleh General Manager Bapak Ratno Timur, S.T., M.T., sebagai bentuk apresiasi atas penyelesaian program magang dengan hasil yang sangat baik.
Program magang ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang komunikasi internasional, pelayanan wisata, administrasi profesional, dan pemahaman industri pariwisata global. Pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan bahwa lulusan Sastra Inggris memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi antara destinasi wisata Indonesia dengan wisatawan mancanegara melalui kemampuan bahasa dan komunikasi lintas budaya.
Pelaksanaan program magang ini juga mencerminkan komitmen Program Studi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam mendukung pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) guna mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin global dan kompetitif. (MIM/HFS)