Pelaksanaan Program Magang Mahasiswa Sastra Inggris di FLIP English Education dalam Pengembangan Kompetensi Pengajaran Bahasa Inggris dan Program WHV Australia
Mahasiswa magang Program Studi Sastra Inggris berfoto bersama peserta didik FLIP English Education dalam kegiatan pembelajaran b
Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Mahliqa Qara’i Alwy, melaksanakan program magang di FLIP English Education selama kurang lebih dua bulan, mulai September hingga November 2025. Program magang ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran kontekstual yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi akademik, profesional, dan interpersonal mahasiswa dalam bidang pengajaran bahasa Inggris.
FLIP English Education merupakan lembaga kursus bahasa Inggris yang berfokus pada pengembangan kemampuan bahasa Inggris peserta didik, khususnya bagi calon peserta program Work and Holiday Visa (WHV) Australia. Melalui program magang ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran dan aktivitas profesional di lingkungan lembaga pendidikan bahasa Inggris.
Selama pelaksanaan magang, mahasiswa menjalankan peran sebagai tutor bahasa Inggris pada beberapa kelas, di antaranya Vocabulary, Fundamental Speaking, Grammar, dan Active Speaking untuk berbagai periode pembelajaran. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata mengenai proses pengajaran bahasa Inggris kepada peserta didik dengan latar belakang, kemampuan, dan karakter yang beragam.
Pada tahap awal pelaksanaan magang, mahasiswa melakukan proses adaptasi terhadap lingkungan kerja serta sistem pembelajaran di lembaga kursus. Mahasiswa juga mengikuti training pengajaran, rapat pembagian kelas secara daring setiap dua minggu sekali, serta mempelajari standar operasional prosedur (SOP) dan kurikulum lembaga sebelum melaksanakan kegiatan mengajar secara penuh.
Dalam kegiatan pembelajaran, mahasiswa mengajar berbagai materi bahasa Inggris sesuai dengan kebutuhan kelas. Pada kelas Vocabulary, materi yang diajarkan meliputi abstract noun, idiom, similar words, irregular nouns, reading, dan listening materials. Sementara itu, pada kelas grammar, mahasiswa mengajarkan berbagai materi tata bahasa Inggris seperti passive voice, modal, degree of comparison, tenses, adjective clause, gerund, hingga to infinitive.
Selain pengajaran grammar dan vocabulary, mahasiswa juga aktif mengajar kelas speaking, khususnya Active Speaking, yang berfokus pada pengembangan kemampuan komunikasi bahasa Inggris peserta didik secara langsung. Dalam kelas ini, mahasiswa membimbing siswa untuk lebih aktif berdiskusi dan meningkatkan rasa percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari.
Pelaksanaan program magang juga memberikan tantangan tersendiri bagi mahasiswa, terutama dalam menghadapi peserta didik dengan kemampuan bahasa Inggris yang berbeda-beda. Beberapa siswa telah memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik, sementara sebagian lainnya masih berada pada tingkat dasar. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih fleksibel, komunikatif, dan mudah dipahami oleh seluruh peserta didik.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa setiap peserta didik memiliki karakter, kebutuhan, dan gaya belajar yang berbeda. Oleh karena itu, proses penyampaian materi harus disesuaikan agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, khususnya dalam materi grammar yang cukup kompleks seperti active dan passive tenses.
Selain melaksanakan kegiatan mengajar, mahasiswa juga terlibat dalam berbagai tanggung jawab akademik dan administratif lainnya, seperti penyusunan soal scoring, evaluasi hasil belajar siswa pada akhir periode, serta mengikuti rapat evaluasi secara daring setiap dua minggu sekali. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman mengenai manajemen waktu, tanggung jawab profesional, serta koordinasi dalam lingkungan kerja pendidikan.
Selama menjalani program magang, mahasiswa mencatat total pelaksanaan kegiatan mencapai sekitar 248 jam 15 menit. Pengalaman tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai sistem pembelajaran di lembaga kursus bahasa Inggris, tetapi juga membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi, disiplin, kesabaran, adaptasi, dan profesionalisme dalam dunia kerja.
Program magang di FLIP English Education juga memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan rasa percaya diri mahasiswa dalam bidang pengajaran bahasa Inggris. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam membangun interaksi dengan peserta didik, menyusun materi pembelajaran, mengelola kelas, serta menghadapi dinamika proses belajar mengajar di lingkungan profesional.
Berdasarkan evaluasi dari supervisor magang, mahasiswa dinilai mampu memberikan kontribusi yang baik dalam proses pembelajaran serta menjalankan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan lembaga. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik dan praktisi komunikasi bahasa Inggris di masa mendatang.
Pelaksanaan program magang ini sekaligus mencerminkan komitmen Program Studi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam mendukung pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan profesional di bidang pendidikan, komunikasi, dan industri bahasa secara lebih luas. (MIM/HFS)