Dua Mahasiswa Sastra Inggris Raih Juara Lomba Puisi dan Storytelling pada Acara Ellocution 2026
Miladia Nihayatuzain dan Haikal Alex Reza menerima penghargaan dalam kegiatan Ellocution 2026.
Dua mahasiswa Sastra Inggris baru saja meraih juara dalam acara Ellocution 2026 yang diadakan oleh English Department Student Association Universitas Teknologi Yogyakarta. Acara ini berlangsung di Bukit Pangol Rayya, Bantul, Yogyakarta pada Sabtu 9 Mei 2026.
Perlombaan dalam kegiatan Ellocution 2026 ini terbagi ke dalam beberapa cabang perlombaan yang spesifik, di antaranya adalah lomba News Anchor (pembaca berita), Storytelling (seni bercerita) dan lomba Poetry (pembacaan puisi). Masing-masing cabang perlombaan tersebut dinilai secara langsung oleh dewan juri berdasarkan kriteria yang telah ditentukan oleh panitia dalam kompetisi tersebut.
Dalam perlombaan ini, Miladia Nihayatuzain (angkatan 2024) berhasil meraih juara pertama pada lomba storytelling setelah sukses membawakan cerita bertema folklore dengan judul “Jaka Tarub dan 7 Bidadari”. Sementara itu, pada cabang lomba baca puisi, Haikal Alex Reza (angkatan 2024) juga berhasil menempati posisi Runner-up atau juara kedua setelah membacakan puisi berjudul “The Guest House” karya Jalaluddin Rumi. Keikutsertaan Miladia dan Haikal ini didasari oleh inisiatif mereka sendiri untuk mencari pengalaman berkompetisi di luar kampus dan menguji kemampuan bahasa Inggris mereka di luar ruang kuliah. Selain itu, proses persiapan yang mereka lakukan juga cukup singkat di sela-sela kesibukan jadwal perkuliahan. Meski begitu, keduanya berhasil tampil dengan maksimal.
Menanggapi pencapaian yang telah berhasil diraih oleh keduanya dalam kompetisi luar kampus ini, Haikal memberikan keterangannya mengenai kesan dan pengalaman yang telah didapat selama mengikuti lomba pada acara Allocution 2026. “Saya pribadi merasa bersyukur bisa menjadi juara kedua di lomba ini, karena dari awal tujuan kami mendaftar karena memang hanya untuk mencari pengalaman baru di luar lingkungan kampus,” ungkapnya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pengalaman mengikuti perlombaan di luar kampus dapat memberikan perspektif baru mengenai bagaimana cara materi yang dipelajari di ruang kuliah dapat diimplementasikan dalam sebuah acara publik. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa motivasi internal yang kuat dari mahasiswa sendiri mampu menghasilkan capaian yang positif.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa Sastra Inggris lainnya untuk terus aktif mencoba berbagai kegiatan kompetisi positif di masa mendatang. Partisipasi dalam lomba di luar kampus seperti ini bukan sekedar urusan mencari menang atau kalah, melainkan sebagai sarana yang sangat efektif bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang selama ini dipelajari di dalam ruang kuliah. Melalui keterlibatan langsung dalam kategori lomba seperti storytelling, membaca puisi, maupun News Anchor, mahasiswa dituntut untuk mengasah kepercayaan diri dan melatih kemampuan berbicara di depan publik.
Oleh karena itu, pencapaian mandiri yang diraih dalam acara Ellocution 2026 ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini saja, melainkan mampu memunculkan inisiatif-inisiatif serupa dari mahasiswa lainnya untuk lebih berani mengeksplorasi potensi diri dan membawa nama baik program studi Sastra Inggris di berbagai tingkat perlombaan lainnya (SUF/SNJ)