Internasionalisasi Bahasa Indonesia: Mahasiswa Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Sukses Inisiasi Program BIPA di KBRI Astana
Pelaksanaan program BIPA untuk kelas pemula secara daring.
ASTANA — Dalam upaya memperluas jangkauan bahasa Indonesia di panggung internasional, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang tengah menjalani program magang di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Astana sukses menginisiasi dan menyelenggarakan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Program yang bertajuk “Discover Indonesia: Language and Culture” ini dilaksanakan pada tahun 2026. Kehadiran program inovatif ini menjadi wujud nyata dari kontribusi aktif dunia akademik dalam mendukung internasionalisasi bahasa nasional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara ke kawasan Asia Tengah.
Program strategis ini bermula dari arahan Ketua Program Studi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga, Dr. Ulyati Retno Sari, guna mengoptimalkan momentum magang mahasiswa di lembaga perwakilan RI di luar negeri. Julia Syifa Az Zahra, mahasiswi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga yang bertindak sebagai ketua pelaksana, melakukan langkah diplomasi taktis dengan melakukan audiensi dan koordinasi bersama jajaran Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud) KBRI Astana. Proses inisiasi ini diawali dengan fasilitasi dari staf KBRI Astana, Agung Saputra, yang mendampingi koordinasi awal hingga diteruskan kepada Diplomat Fungsi Pensosbud, Joenys Duana Sirait. Berkat rancangan program yang matang, inisiatif ini berhasil memperoleh persetujuan serta dukungan penuh dari Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, M. Fadjroel Rachman.
Program “Discover Indonesia: Language and Culture” dikemas dalam bentuk kelas tingkat pemula (beginner class) dengan fokus materi bertajuk “Indonesian Language Learning through Culture”. Mengingat latar belakang peserta yang merupakan warga negara asing, seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Langkah ini terbukti efektif dalam menarik minat publik luas, di mana sebanyak kurang lebih 20 peserta dari Kazakhstan dan Tajikistan mengikuti program ini dengan penuh komitmen. Sebagai bentuk apresiasi serta pengakuan akademik, seluruh peserta yang berhasil menyelesaikan rangkaian program ini berhak mendapatkan e-sertifikat resmi yang diterbitkan langsung oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pelaksanaan teknis dari program ini dikelola secara kolaboratif antara pihak KBRI Astana dan tim pengajar. Agung Saputra selaku staf KBRI bertindak sebagai pembawa acara (MC) sekaligus memandu jalannya seluruh program agar berlangsung dinamis. Kegiatan dibuka secara resmi dengan sambutan hangat dari Joenys Duana Sirait selaku Diplomat Fungsi Pensosbud KBRI Astana, yang juga berkenan menutup kembali seluruh rangkaian acara pada akhir sesi pembelajaran. Keterlibatan dan dukungan aktif dari jajaran Fungsi Pensosbud KBRI Astana ini mempertegas komitmen kuat perwakilan Indonesia di luar negeri dalam memperluas penetrasi kebudayaan di wilayah akreditasi mereka.
Kualitas substansi pembelajaran dalam program BIPA ini dijaga ketat melalui kehadiran dua dosen dari Program Studi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga yang bertindak sebagai pemateri utama, yaitu Dr. Ulyati Retno Sari dan Aninda Aji Siwi, S.Pd., M.Pd. Proses belajar mengajar juga didukung oleh kehadiran asisten pengajar yang mendampingi para dosen di setiap sesinya.
Pada hari pertama, sesi kelas dipimpin oleh Aninda Aji Siwi, S.Pd., M.Pd. dengan didampingi oleh Julia Syifa Az Zahra sebagai asisten pengajar. Sesi ini mengangkat tema yang sangat interaktif, yaitu perbandingan makanan tradisional antara Kazakhstan dan Indonesia. Melalui pendekatan komunikatif tersebut, peserta diajak mengenal kosakata bahasa Indonesia dasar melalui media kuliner yang dekat dengan keseharian mereka, sehingga tercipta ruang diskusi yang dua arah dan menyenangkan.
Sementara itu pada hari kedua, pembelajaran bertransformasi menjadi lebih aplikatif di bawah bimbingan Dr. Ulyati Retno Sari yang didampingi oleh Aisya Sabili, mahasiswi Sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai asisten pengajar. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan keindahan wastra Nusantara melalui aktivitas menggambar motif batik. Tidak hanya belajar kebudayaan fisik, para peserta juga dibimbing dan dipanggil satu per satu untuk mempraktikkan keterampilan berbicara (speaking) bahasa Indonesia tingkat dasar, seperti simulasi perkenalan diri dan pelafalan kalimat-kalimat sederhana.
Sepanjang dua sesi berlangsung, antusiasme luar biasa ditunjukkan oleh para peserta yang mayoritas berdomisili di Kazakhstan. Tingginya minat masyarakat Asia Tengah terhadap bahasa dan budaya Indonesia terlihat jelas dari keaktifan mereka saat berdiskusi, merespons instruksi pengajar, serta keberanian dalam melafalkan kata-kata dalam bahasa Indonesia dengan fasih. Keberhasilan pelaksanaan program BIPA ini tidak terlepas dari fasilitasi komprehensif serta apresiasi tinggi yang diberikan oleh Duta Besar RI, Fadjroel Rachman, beserta seluruh keluarga besar KBRI Astana yang senantiasa mengawal program ini sejak tahap perencanaan, negosiasi, hingga hari pelaksanaan.
Melalui kesuksesan program inisiasi ini, hubungan kerja sama antara Program Studi Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan KBRI Astana diharapkan dapat terus terjalin erat di masa depan. Langkah awal ini diproyeksikan menjadi pemantik bagi lahirnya program-program pengembangan BIPA lanjutan, sebagai bagian dari strategi diplomasi kebahasaan yang berkelanjutan, perluasan jejaring akademik internasional, serta pengokohan citra positif Indonesia di panggung global. (JSA/URS)